Anak 8 Tahun di OKU Selatan Diduga Alami Kekerasan oleh Ayah dan Ibu Tiri, Keterangan Korban Berbeda dengan Versi Dinas

oleh -2553 Dilihat
banner 970x250

OKU SELATAN, BERITANUSANTARA.NEWS – Seorang anak berinisial NA (8) diduga menjadi korban kekerasan fisik dan penelantaran yang diduga dilakukan oleh ayah kandung bersama ibu tirinya. Dugaan tersebut mencuat setelah keterangan yang disampaikan korban kepada penyidik berbeda dengan penjelasan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten OKU Selatan mengenai proses penemuan korban.
.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban saat dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKU Selatan, Kamis (9/7/2026), NA mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik berupa kedua tangan diikat, disundut rokok pada tangan kiri, tangan kanan, dan bagian pinggang. Selain itu, korban juga mengaku pernah ditinggalkan seorang diri di kawasan Taman Bumi Agung, Muaradua.
.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten OKU Selatan, Umu Manazilawati, S.K.M., M.M., saat dikonfirmasi Beritanusantara.news, membenarkan bahwa pihaknya menangani peristiwa tersebut. Menurutnya, tim Dinas menemukan korban di Taman Bumi Agung sebelum kemudian mengantarkannya kepada keluarga ibu kandung.
.
Umu juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi mediasi antara ayah kandung, ibu tiri, dan ibu kandung korban sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan sesuai tugas dan fungsi dinas.
.
“Kami sempat melakukan mediasi antara ayah kandung, ibu tiri, dan ibu kandung korban. Niat kami semata-mata untuk membantu kedua belah pihak sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” ujar Umu.
.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan pengakuan korban kepada penyidik Unit PPA Polres OKU Selatan. NA mengaku dirinya tidak ditemukan oleh tim Dinas, melainkan diantar ke Polsek Muaradua oleh sekelompok pemuda yang berada di Taman Bumi Agung.
.
“Awalnya saya bermain di rumah RK, lalu dijemput ayah untuk pulang. Setelah itu saya diajak berkeliling ke pasar malam. Sepulang dari sana, saya ditinggalkan sendirian di Taman Bumi Agung. Kemudian ada tujuh orang pemuda yang mengantar saya ke Polsek Muaradua. Di sana ayah bersama Kepala Lingkungan datang menjemput. Saat berada di Polsek, pipi kanan saya digigit oleh ibu tiri,” tutur NA.
.
Hingga berita ini diterbitkan, perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polres OKU Selatan. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan dan alat bukti guna mengungkap fakta yang sebenarnya. (TIM)

https://beritanusantara.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.