Coffee Morning Polda Sumsel, Kapolda Tekankan Polisi Milik Masyarakat

oleh -23 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, Beritanusantara.news — Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa masyarakat adalah “juragan” sesungguhnya bagi institusi Polri. Menurutnya, masyarakat bukan sekadar objek pengamanan, melainkan pihak yang memiliki hak tertinggi untuk menilai dan mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum.

.

banner 336x280

Penegasan bernada humanis tersebut disampaikan Kapolda saat memberikan arahan kepada para Pejabat Utama (PJU) dalam agenda rutin Coffee Morning di Ruang Transit Gedung Presisi Polda Sumsel, Kamis (2/04/2026) pagi.

.

“Kita harus selalu ingat dan tanamkan, bahwa pelanggan kita, juragan kita adalah masyarakat. Boleh saja kita di internal merasa sudah bekerja dengan baik, tapi pada akhirnya yang berhak menilai adalah masyarakat sebagai juragan kita,” tegas Sandi Nugroho.

.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak bersikap anti kritik. Ia meminta setiap personel membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat untuk menerima masukan secara langsung.

.

Menurutnya, kritik dari masyarakat justru menjadi bahan evaluasi penting dalam memperbaiki pelayanan dan tata kelola kepolisian di lapangan.

.

“Kita akan mengundang sejumlah komunitas masyarakat secara bergiliran, mulai dari yang soft, medium, sampai yang hard. Bahkan kelompok masyarakat yang selama ini gemar mengkritik polisi pun akan kita undang secara khusus. Kita tidak anti kritik. Justru masukan tajam dari mereka adalah cermin bagi kita untuk terus memperbaiki tata kelola kepolisian di lapangan,” ujarnya.

.

Agenda Coffee Morning yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan paparan dari Kepala Biro Logistik Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Santosa. Dalam paparannya, Budi Santosa menjelaskan tugas pokok dan fungsi bidang logistik Polri, termasuk optimalisasi penggunaan aset untuk mendukung kelancaran tugas anggota di lapangan.

.

Kapolda menekankan bahwa kesiapan logistik, sarana, dan prasarana harus bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat agar lebih maksimal dan responsif.

.

Selain itu, Kapolda juga meminta Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) memfasilitasi ruang pertemuan tatap muka antara polisi dan masyarakat guna memperkuat pendekatan humanis.

.

“Jika kita sudah bersinergi, mendengar langsung dari masyarakat selaku juragan kita, kita bisa meredam berbagai potensi konflik sejak dini. Harapannya, ketika kita membutuhkan dukungan dalam bertugas, masyarakat sudah merasa menjadi satu bagian tim pemelihara kamtibmas bersama Polri,” tutupnya. (Yunie)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.