Diduga Berlebihan Porsi Makan MBG, Tiga Siswa NU Buay Pemaca Dilarikan ke Puskesmas

oleh -222 Dilihat
banner 970x250
OKU SELATAN, BERITANUSANTARA.NEWS – Tiga siswa SMP NU Simpang Serakat, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mengalami keluhan mual setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (30/9/2026).
.
Ketiga siswa kelas III tersebut masing-masing Rendi Ari Bakti, Rendi Pratama, dan Riski Kurniawan. Ketiganya kemudian dibawa ke Puskesmas Buay Pemaca untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
.
Ketua Yayasan SMP NU Simpang Serakat, Ham Syafrudin, S.Ag., M.Pd., membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihak sekolah maupun yayasan belum dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.
.
“Benar, ada tiga siswa yang sempat dibawa ke Puskesmas Buay Pemaca untuk mendapatkan pertolongan medis. Memang sempat mual setelah makan MBG. Tapi kami belum bisa menyampaikan secara rinci,” kata Ham Syafrudin saat dikonfirmasi.
.
Menurut Syafrudin, ketiga siswa telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis di Puskesmas Buay Pemaca. Setelah kondisi mereka membaik dan mendapatkan penanganan medis, ketiganya diperbolehkan pulang.
.
Sementara itu, Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakasa yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sri Menanti, Kecamatan Buay Pemaca, H. Junaidi, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi terkait kondisi ketiga siswa tersebut.
.
Junaidi menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari para siswa, terdapat di antara mereka yang mengonsumsi makanan MBG lebih dari satu porsi. Menurutnya, informasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melihat kondisi yang dialami para siswa.
.
“Setelah dikonfirmasi dengan ketiga anak-anak SMP NU, ada yang mengonsumsi lebih dari satu porsi. Ada yang makan tiga ompreng, ada yang makan empat ompreng,” ujar Junaidi.
.
Ia menambahkan, kondisi ketiga siswa saat ini telah membaik setelah mendapatkan penanganan.
.
“Alhamdulillah, anak-anak setelah kami tangani sehat semuanya,” katanya.
.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan kondisi para siswa, sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG di lingkungan sekolah tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas makanan.
.
Pihak sekolah dan penyelenggara MBG juga diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk memastikan kondisi para siswa serta memberikan informasi yang akurat kepada orang tua maupun masyarakat. (Yunie)

https://beritanusantara.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.