Edukasi Pemilih Pemula, Prodi Ilmu Pemerintahan Unbara Ajak Siswa SMPN 32 OKU Tolak Hoaks dan Politik Uang

oleh -234 Dilihat
banner 970x250

BATURAJA, BERITANUSANTARA.NEWS – Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum (FISIPH) Universitas Baturaja (Unbara) menggelar sosialisasi pendidikan pemilih bagi siswa kelas IX SMP Negeri 32 Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (4/11/2026).

banner 336x280

Mengusung tema “Belajar Pemilu Sejak Dini, Wujudkan Pemilih Pemula Cerdas dan Berintegritas”, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran demokrasi generasi muda sekaligus membekali calon pemilih pemula dengan pemahaman mengenai proses pemilu, hak politik warga negara, serta bahaya penyebaran hoaks dan praktik politik uang.

.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala SMPN 32 OKU Bidang Kurikulum, Tri Oktaviana, S.Pd., M.Pd., dan diikuti oleh siswa-siswi kelas IX.

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIPH Unbara, Yahnu Wiguno Sanyoto, S.I.P., M.I.P., mengatakan bahwa pendidikan pemilih tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang pelaksanaan pemilu. Menurutnya, kesadaran politik dan pemahaman mengenai demokrasi perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal ketika pertama kali menggunakan hak pilih.

.

Siswa yang saat ini duduk di bangku kelas IX merupakan kelompok potensial pemilih pemula pada Pemilu 2029 dan Pilkada 2031. Oleh karena itu, pengenalan mengenai demokrasi, penyelenggaraan pemilu, dan integritas pemilih menjadi penting untuk mempersiapkan mereka sebagai warga negara yang kritis dan bertanggung jawab.

.

Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga pemateri dengan pembahasan yang saling berkaitan.
Materi pertama disampaikan oleh Maileni dengan tema “Mengenal Pemilu: Langkah Awal Pemilih Pemula dalam Menentukan Suara”. Peserta diperkenalkan dengan konsep dasar pemilu dan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Selanjutnya, Yudi Risandi, S.Sos., M.Si., dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), menyampaikan materi mengenai demokrasi dan tata kelola pemilu, termasuk peran strategis penyelenggara pemilu serta hak warga negara dalam proses demokrasi.

.

Sementara itu, Yahnu Wiguno Sanyoto membawakan materi tentang literasi hoaks dan bahaya politik uang sebagai bagian penting dalam membangun integritas pemilih pemula.

.

Pembahasan tersebut menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi, khususnya informasi politik yang beredar melalui media sosial. Generasi muda juga perlu memahami bahwa praktik politik uang berpotensi merusak kualitas demokrasi karena mendorong pilihan politik berdasarkan imbalan materi, bukan pertimbangan rasional terhadap kualitas calon pemimpin.

.

Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Tim pelaksana juga memberikan pre-test dan post-test sebagai instrumen untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIPH Universitas Baturaja dalam memperluas pendidikan demokrasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan memasuki usia pemilih pada penyelenggaraan pemilu mendatang.

 

Melalui kegiatan tersebut, Unbara berharap generasi muda tidak hanya memahami mekanisme pemilu, tetapi juga tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, mandiri, serta memiliki komitmen untuk menolak hoaks dan politik uang.

https://beritanusantara.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.