Kepala SMPN 1 Buay Pemaca Bantah Tolak Program MBG, Sofiyanto Ungkap Alasan Penghentian Sementara

oleh -1490 Dilihat
banner 970x250

OKU SELATAN, BERITANUSANTARA.NEWS – Kepala SMP Negeri 1 Buay Pemaca, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sofiyanto, membantah informasi yang menyebut dirinya menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah.

.

banner 336x280

Klarifikasi tersebut disampaikan Sofiyanto menyusul pemberitaan dan perbincangan di media sosial yang mengaitkan pihak SMP Negeri 1 Buay Pemaca dengan penolakan terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah. Bertempat di Ruang Kepala Sekolah, Senin (07/09/2026).

.

Menurut Sofiyanto, persoalan yang terjadi bukan merupakan bentuk penolakan terhadap program MBG. Pihak sekolah, kata dia, justru ingin memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai mekanisme serta memenuhi aspek administrasi dan standar kelayakan makanan bagi peserta didik.
.

“Untuk menangkis pemberitaan yang menyebut saya sebagai Kepala SMP Negeri 1 Buay Pemaca menolak program Presiden berupa MBG, perlu saya tegaskan bahwa persoalannya bukan penolakan terhadap program MBG. Kami justru ingin memperjelas mekanisme dan persoalan administrasi yang menjadi dasar komunikasi dengan pihak SPPG,” ujar Sofiyanto saat dikonfirmasi Beritanusantara.news.

.

Sofiyanto juga mengungkapkan adanya sejumlah temuan yang menurut pihak sekolah menjadi pertimbangan untuk sementara waktu menghentikan penerimaan makanan MBG.

.

Ia menyebut pihak sekolah menemukan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, di antaranya buah yang sudah rusak, lauk pauk yang disebut telah basi, serta adanya ulat pada mi ayam dan cacing pada ikan lele.

.

Namun, berbagai temuan tersebut merupakan keterangan dari pihak sekolah yang masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyelenggara program.

.

“Saya selaku Kepala UPT SMPN 1 Buay Pemaca selama ini membuka komunikasi. Namun, dari pihak SPPG tidak ada respons. Terlebih lagi ada hal lain yang mendasari, yaitu adanya makanan yang tidak layak seperti buah busuk, lauk pauk sudah basi, ditemukan ulat di mi ayam, dan ditemukan cacing pada ikan lele,” ungkapnya.

.

Atas kondisi tersebut, Sofiyanto mengatakan seluruh dewan guru kemudian sepakat untuk sementara waktu mengistirahatkan atau menghentikan penerimaan MBG sampai persoalan tersebut mendapatkan penjelasan dan penyelesaian.

.

“Berdasarkan hal tersebut, kami semua dewan guru sepakat untuk sementara waktu mengistirahatkan menerima MBG tersebut,” lanjut Sofiyanto.

.

Selain persoalan makanan, pihak sekolah juga menjelaskan adanya komunikasi terkait surat pernyataan yang diminta kepada SMP Negeri 1 Buay Pemaca.

.

Dalam pesan WhatsApp yang diterima pihak sekolah, PIC penerima program MBG menyampaikan bahwa surat pernyataan tersebut masih ditunggu. Apabila surat belum dikirimkan, distribusi MBG ke sekolah disebut akan dihentikan sementara mulai Senin, 3 Agustus 2026.

.

“Bapak Amandea PIC SMP N 1 BP yang kami hormati, terkait surat pernyataan tersebut kami tunggu sampai besok pagi. Jika besok pagi masih belum dikirimkan ke kami, mohon maaf untuk pendistribusian MBG mulai hari Senin 3 Agustus 2026 dan selanjutnya ke sekolah bapak akan kami stop dulu sampai menunggu surat pernyataan tersebut selesai dibuat dan dikirimkan ke kami,” demikian isi pesan tersebut.

.

Menurut pihak sekolah, komunikasi mengenai surat pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi memiliki aspek administratif dan teknis, sehingga tidak tepat apabila langsung disimpulkan sebagai bentuk penolakan terhadap program MBG.

.

Sofiyanto menegaskan pihak sekolah pada prinsipnya mendukung program MBG karena dinilai memiliki tujuan positif dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.

.

Namun, dukungan tersebut menurutnya harus dibarengi dengan pelaksanaan yang baik, komunikasi yang terbuka, serta jaminan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan.

.

“Kami mendukung program pemerintah. Yang kami inginkan adalah bagaimana pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan makanan yang diterima siswa benar-benar layak serta aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

.

Pihak SMP Negeri 1 Buay Pemaca juga menyatakan siap membuka kembali komunikasi dengan Kepala SPPG, Rico, untuk membahas persoalan yang terjadi secara langsung.

.

Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak sekolah dan penyelenggara MBG serta agar persoalan yang berkembang di masyarakat dapat segera memperoleh titik terang.

.

Sekolah berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang lebih berimbang kepada masyarakat. Pihaknya juga meminta agar persoalan MBG di SMP Negeri 1 Buay Pemaca tidak hanya dilihat dari satu sisi sebelum seluruh pihak terkait memberikan keterangan.

.

Sementara itu, keterangan dari pihak SPPG terkait dugaan makanan tidak layak konsumsi maupun persoalan administrasi tersebut masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 1 Buay Pemaca. (Yunie)

https://beritanusantara.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.