KPU Kota Bandar Lampung Gelar Bedah Buku, Bahas Teknis Penyelenggaraan hingga Evaluasi Pemilu 2024

oleh -629 Dilihat
banner 970x250
BANDAR LAMPUNG, BERITANUSANTARA.NEWS — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung menyelenggarakan Bedah Buku Seri Ke-1 dengan tema “Pemilu di Indonesia: Kelembagaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan”, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Arie Oktara, S.I.P., M.A., Ketua KPU Kota Bandar Lampung, sebagai keynote speaker. Diskusi dipandu oleh Robiul, S.Pd.I., Anggota KPU Kota Bandar Lampung, yang sekaligus merupakan anggota KPU pada divisi yang menjadi leading sector pelaksanaan kegiatan bedah buku ini.
.
Sebagai moderator sekaligus bagian dari divisi yang menginisiasi dan mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan, Robiul mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan tidak hanya berhenti pada isi buku, tetapi juga dapat dikaitkan dengan dinamika penyelenggaraan pemilu dan kebutuhan penguatan literasi kepemiluan.
.
Diskusi menghadirkan Yahnu Wiguno Sanyoto, S.I.P., M.I.P., Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja dan mantan Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung periode 2018–2023, serta Tiyas Apriza, S.I.P., M.I.P., Ketua Program Studi Administrasi Publik Universitas Indonesia Mandiri (UIM) Lampung dan Direktur Permadema Lampung, sebagai narasumber.
.
Dalam pemaparannya, Yahnu Wiguno Sanyoto menyoroti aspek teknis penyelenggaraan pemilu. Pembahasan diarahkan pada bagaimana pemilu dilaksanakan dalam praktik, termasuk mekanisme, tahapan, prosedur, serta berbagai aspek teknis yang menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan.
.
Yahnu menekankan bahwa pemilu tidak hanya perlu dipahami dari perspektif politik dan hasil akhirnya, tetapi juga sebagai proses teknis dan administratif yang kompleks. Setiap tahapan memiliki prosedur dan konsekuensi yang menentukan kualitas keseluruhan proses pemilu.
.
Sementara itu, Tiyas Apriza membahas pemilu dari perspektif sejarah dan evaluasi. Ia menguraikan perjalanan pemilu di Indonesia serta perkembangan penyelenggaraan pemilu dari masa ke masa. Pembahasan kemudian diarahkan pada evaluasi Pemilu 2024, dengan melihat berbagai pengalaman dan pembelajaran yang dapat menjadi bahan refleksi untuk penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang.
.
Dua perspektif tersebut memberikan sudut pandang yang saling melengkapi. Yahnu melihat pemilu dari sisi teknis penyelenggaraannya, sementara Tiyas mengajak peserta memahami perjalanan historis pemilu sekaligus merefleksikan pelaksanaan Pemilu 2024.
.
Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kualitas pemilu tidak hanya ditentukan oleh hasil yang diperoleh, tetapi juga oleh kualitas proses, kelembagaan, prosedur, serta kemampuan penyelenggara melakukan evaluasi dan pembelajaran secara berkelanjutan.
.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Arie Oktara, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang diskusi yang dapat mempertemukan pengalaman praktis penyelenggaraan pemilu dengan perspektif akademik. Bedah buku menjadi salah satu medium untuk memperkuat literasi dan pemahaman kepemiluan, baik bagi penyelenggara maupun masyarakat.
.
Bedah Buku Seri Ke-1 ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kegiatan literasi dan diskusi kepemiluan KPU Kota Bandar Lampung. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan mengangkat berbagai isu strategis terkait kelembagaan, pelaksanaan, pengawasan, sejarah, serta evaluasi penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Pada akhirnya, kegiatan ini menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar peristiwa elektoral lima tahunan, melainkan proses demokrasi yang perlu terus dipelajari, didiskusikan, dievaluasi, dan diperbaiki secara berkelanjutan. (YUNIE)

https://beritanusantara.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0000.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.