OKU Selatan,Beritanusantara.news – Semangat merantau dan kerja keras menjadi kunci kesuksesan Ajo Riski (31), pemilik usaha kuliner Sate Padang Taragak Juo yang kini dikenal masyarakat di Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.
.
Berlokasi di Jalan Pasar Ilir, tepatnya di depan Gedung Kesenian Muaradua, usaha sate Padang ini setiap harinya ramai dikunjungi pelanggan yang ingin menikmati cita rasa khas Minang yang autentik.
.
Ajo Riski sendiri merupakan perantau asal Belitang. Ia memiliki latar belakang keluarga lintas daerah, di mana sang ibu berasal dari Belitang, OKU Timur, sementara ayahnya berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat—yang dikenal sebagai daerah asal kuliner sate Padang.
.
Setelah menamatkan pendidikan di SMU Negeri 1 Semendawai Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Ajo Riski memilih untuk langsung terjun ke dunia usaha. Sejak tahun 2015, ia merintis usaha sate Padang di OKU Selatan sebagai bentuk ikhtiar mengadu nasib di tanah rantau.
.
“Awalnya tidak mudah, tapi dengan tekad dan kerja keras, alhamdulillah usaha ini bisa terus berjalan sampai sekarang,” ungkap Ajo Riski saat di wawancarai media Beritanusantara.news di lapaknya.

Ia mulai berjualan setiap hari sekitar pukul 17.00 WIB atau pukul 5 sore. Dalam satu malam, ia mampu menjual sekitar 15 porsi sate Padang daging sapi dengan harga Rp25.000 per porsi, serta 30 porsi sate Padang ayam dengan harga Rp15.000 per porsi.
.
Cita rasa kuah kental khas sate Padang yang gurih dan pedas menjadi daya tarik utama bagi para pelanggan. Tak heran jika dagangannya kerap habis dalam waktu relatif singkat.
.
Selain melayani pembelian langsung, Ajo Riski juga menerima pesanan untuk berbagai acara seperti hajatan, ulang tahun, hingga tradisi ruahan. Ia juga menyediakan pemesanan ketupat secara terpisah sesuai kebutuhan pelanggan.
.
Bagi masyarakat yang ingin memesan atau sekadar mencicipi, dapat langsung datang ke lokasi atau menghubungi melalui WhatsApp di nomor 0853-3735-9859.
.
Kehadiran Sate Padang Taragak Juo tidak hanya menambah ragam kuliner di OKU Selatan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kerja keras perantau mampu menghadirkan peluang dan keberhasilan di tanah orang. (Yunie)











