Viral, Pelayanan Dipertanyakan: Pasien Stroke di RSUD Muaradua Harus Berjuang Sendiri Saat Infus Habis

oleh -3 Dilihat
banner 468x60
OKU SELATAN, BERITANUSANTARA.NEWS –Pelayanan di RSUD Muaradua, OKU Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah keluhan seorang pasien viral di media sosial.
.
Menindaklanjuti informasi tersebut, media beritanusantara.news melakukan konfirmasi langsung kepada pasien, A Sukri (55), melalui sambungan WhatsApp untuk menggali kronologis kejadian yang dialaminya saat menjalani perawatan. Minggu (03/05/2026).
.
A Sukri, warga Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan mengaku mengalami kejadian tersebut pada Minggu malam (2/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB di ruang perawatan Saka Molek. Saat itu, dirinya yang mengalami gejala stroke sedang menjalani perawatan dengan pemasangan infus.
.
Dalam kondisi lemah, ia meminta istrinya melaporkan kepada perawat bahwa cairan infusnya telah habis.
.
“Bu, saya mau melaporkan bahwa infus suami saya sudah habis, tolong dibantu untuk pasang infus kembali,” ujar istri pasien.
.
Namun, berdasarkan penuturan keluarga, respons yang diterima dinilai tidak memadai.
.
“Matikan,” jawab perawat singkat, sebagaimana disampaikan keluarga pasien.
.
Tidak lama berselang, anak pasien kembali mencoba melaporkan kondisi yang sama.
.
“Bu, infus ayah saya sudah habis, tolong dibantu pasang infus kembali,” kata anak pasien.
.
Namun, keluarga menyebut jawaban yang diterima tetap sama seperti sebelumnya, tanpa diikuti tindakan penggantian infus.
.
Dalam kondisi yang semakin lemah, A Sukri akhirnya berinisiatif mendatangi langsung perawat yang sedang piket untuk meminta bantuan.
.
“Bu, mohon tolong saya, saya sedang sakit. Saya minta tambah infus,” ucapnya.
.
Keluarga menyebut saat itu perawat terlihat tengah berbincang dan menggunakan telepon genggam. Karena merasa tidak mendapat pelayanan yang diharapkan, sempat terjadi adu argumen antara pasien dan perawat.
.
“Karena merasa diabaikan, saya memfoto perawat yang sedang bermain HP. Saya bilang akan saya viralkan. Mereka menjawab, ‘silakan saja’,” ungkap A Sukri.
.
Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Pihak keluarga mengaku kecewa atas pelayanan yang diterima.
.
Kasus ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan respons cepat terhadap pasien yang membutuhkan penanganan segera.
.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Muaradua, OKU Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. (TIM)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.