PWI OKU Selatan Mengecam Keras, Tindakan Arogansi Ancaman Oknum Kades Terhadap Jurnalis

oleh -62 Dilihat
banner 468x60

OKU Selatan,Beritanusantara.news – Dugaan tindakan intimidasi terhadap wartawan terjadi di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, pada Selasa, 6 Januari 2026. Peristiwa tersebut dialami oleh tiga orang wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Kejadian bermula saat ketiga wartawan mendatangi Kantor Kepala Desa Tanjung Jaya dengan maksud melakukan konfirmasi terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

banner 336x280

Kedatangan mereka bertujuan untuk memperoleh keterangan langsung dari pihak desa guna melengkapi pemberitaan secara berimbang.

Namun, proses konfirmasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para wartawan mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas terkait persoalan yang hendak dikonfirmasi. Di tengah proses tersebut, ZD, yang diketahui merupakan Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Buay Pemaca, tiba-tiba datang ke lokasi.

Tanpa adanya komunikasi yang konstruktif, ZD diduga bersikap arogan, melontarkan ucapan bernada intimidasi, bahkan menantang wartawan untuk berkelahi.

Tidak hanya itu, ZD juga menuding para wartawan telah melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Tanjung Jaya, tuduhan yang disampaikan tanpa disertai bukti.

Peristiwa tersebut membuat suasana memanas dan dinilai sebagai bentuk penghalangan terhadap tugas jurnalistik, yang seharusnya dilindungi oleh undang-undang.

Atas kejadian tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten OKU Selatan angkat bicara. PLT Ketua PWI OKU Selatan, Usman, didampingi Wakil Ketua I, Suardi Idris, menyayangkan sikap oknum kepala desa tersebut.

“ Apa pun alasannya, tindakan intimidasi terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan. Wartawan bekerja dilindungi Undang-Undang Pers, dan pejabat publik seharusnya memahami serta menghormati tugas jurnalistik,” ujar Usman.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan etika kepemimpinan dan berpotensi mencederai kebebasan pers di daerah.

“ PWI OKU Selatan mengecam keras segala bentuk penghalangan dan intimidasi terhadap wartawan. Kami siap mendampingi, jika wartawan dalam menjalankan profesinya mengalami tekanan saat menjalankan tugas,” tambahnya.

PWI OKU Selatan juga mengimbau seluruh pejabat publik, khususnya kepala desa, agar bersikap terbuka, kooperatif, dan tidak reaktif saat dikonfirmasi oleh wartawan, selama proses tersebut dilakukan sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Kasus dugaan intimidasi ini masih menjadi perhatian PWI OKU Selatan, yang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperjuangkan kemerdekaan pers serta selalu menjunjung tinggi nilai pungsi pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. (Yunie)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.