OKU SELATAN, BERITANUSANTARA.NEWS –Pelayanan di RSUD Muaradua, OKU Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah keluhan seorang pasien viral di media sosial.
.
Menindaklanjuti informasi tersebut, media beritanusantara.news melakukan konfirmasi langsung kepada pasien, A Sukri (55), melalui sambungan WhatsApp untuk menggali kronologis kejadian yang dialaminya saat menjalani perawatan. Minggu (03/05/2026).
.
A Sukri, warga Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan mengaku mengalami kejadian tersebut pada Minggu malam (2/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB di ruang perawatan Saka Molek. Saat itu, dirinya yang mengalami gejala stroke sedang menjalani perawatan dengan pemasangan infus.
.
Dalam kondisi lemah, ia meminta istrinya melaporkan kepada perawat bahwa cairan infusnya telah habis.
.
“Bu, saya mau melaporkan bahwa infus suami saya sudah habis, tolong dibantu untuk pasang infus kembali,” ujar istri pasien.
.
Namun, berdasarkan penuturan keluarga, respons yang diterima dinilai tidak memadai.
.
“Matikan,” jawab perawat singkat, sebagaimana disampaikan keluarga pasien.
.
Tidak lama berselang, anak pasien kembali mencoba melaporkan kondisi yang sama.
.
“Bu, infus ayah saya sudah habis, tolong dibantu pasang infus kembali,” kata anak pasien.
.
Namun, keluarga menyebut jawaban yang diterima tetap sama seperti sebelumnya, tanpa diikuti tindakan penggantian infus.
.
Dalam kondisi yang semakin lemah, A Sukri akhirnya berinisiatif mendatangi langsung perawat yang sedang piket untuk meminta bantuan.
.
“Bu, mohon tolong saya, saya sedang sakit. Saya minta tambah infus,” ucapnya.
.
Keluarga menyebut saat itu perawat terlihat tengah berbincang dan menggunakan telepon genggam. Karena merasa tidak mendapat pelayanan yang diharapkan, sempat terjadi adu argumen antara pasien dan perawat.
.
“Karena merasa diabaikan, saya memfoto perawat yang sedang bermain HP. Saya bilang akan saya viralkan. Mereka menjawab, ‘silakan saja’,” ungkap A Sukri.
.
Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Pihak keluarga mengaku kecewa atas pelayanan yang diterima.
.
Kasus ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan respons cepat terhadap pasien yang membutuhkan penanganan segera.
.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Muaradua, OKU Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. (TIM)











